Cinta adalah sebuah perasaan yang kuat dan ketertarikan pribadi yang dimiliki oleh semua insan. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.Cinta juga dapat artikan sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu sesama. perasaan cinta kepada keluarga “stroge” kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu.dengan saling menghormati orang yang lebih tua,sopan santun,dan menjaga etika dalam keluarga.Sedangkan perasaan cinta terhadap sahabat yaitu “Philia” persahabatan mendalam sehingga menerbitkan rasa 'kami' atau 'kita'. Perasaan cinta terhadap “Negara” yaitu dengan mengisi kemerdekaan sebagai generasi penerus bangsa untuk menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila yaitu dengan menunjukan prestasi yang dimiliki.perasaan cinta terhadap alam adalah dengan menjaga alam sekitar agar tetap terlestarikan untuk kehidupan dimasa yang datang yaitu dengan melakukan reboisasi untuk menanggulangi terjadinya banjir yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.
Bentuk - bentuk cinta dalam Al-Qur'an
1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta yang menggebu - gebu, membara dan "nggemesi". orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintaya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta rahmah adalah
jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap
melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan
orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Termasuk dalam cinta
rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua
terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat
disebut al arham, dzawi al arham, “yakni orang-orang yang
memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih
sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah)”.
3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang
untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga
hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam “al
Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika 2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang
penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, sedang
jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan
kepada yang lama”.
4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat
mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis
syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan
hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan.
“Al Qur’an
menggunakan syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri
pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf ”.
5. Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma
kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya
untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut “ ketika mengingatkan agar janganlah cinta
ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2)”.
6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang
tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut “ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf
berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon
dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir
juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa
akun min al jahilin (Q/12:33)”
7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al
Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa “ barangsiapa rindu
berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba”. Kalimat kerinduan ini
kemudian diungkapkan dalam doa
ma’tsur
dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as
syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan
nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi
dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah
pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa iltihab naruha fi qalb al muhibbi.
pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa iltihab naruha fi qalb al muhibbi.
8.
Cinta kulfah. yakni
perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-membersihkan kamar
sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an “ketika
menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang
kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)”
kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)”
CINTA
TERHADAP KELUARGA yaitu dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain
dalam sebuah keluarga, menjaga nama baik kelurga, Pembagian
tugas sesuai dengan kedudukannya masing-masing dan saling membantu satu sama
lain bila ada yang kesusahan .
http://trydjoko.wordpress.com/macam-macam-cinta-menurut-al-quran/http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar