TUGAS 1_ETIKA BISNIS
Cyber crime : streaming illegal
Pembajakan
film jadi musuh bersama para sineas di dunia. Setelah pemerintah Indonesia memblokir
22 situs unduhan film yang melanggar hak cipta film-film Indonesia, kali ini ada kabar dari Inggris
Raya mengenai kasus serupa, hanya saja cara dan perlakuannya sedikit berbeda.
Mengutip Derry Journal, salah
satu warga Inggris yang bernama Paul Mahoney divonis bersalah dan harus menjalani
hukuman penjara selama empat tahun. Paul Mahoney, 29
tahun, didakwa karena membuat sebuah situs streaming Fastpass TV. Melalui situs tersebut, para pengunjung bisa
menonton film-film baru secara gratis, baik film anyar di bioskop maupun film
yang baru saja dirilis versi DVD atau BluRay-nua. FastPass TVdibuat Mahoney
pada tahun 2008 dan online hingga tahun 2013. Mahoney masih mengurus website miliknya itu meski telah mendapatkan
peringatan tertulis dari Federation Against
Copyright Theft (FACT). Bahkan,
setelah ditangkap, ia masih mengurusi website-nya itu.
Dalam
melakukan kejahatan hak cipta ini, Mahoney dikabarkan menerima pemasukan
uang dari pengiklan di websitenya hingga mencapai 300 ribu Euro atau
setara dengan Rp 4,7 milliar. Di sisi lain, pihak penuntut
mengungkapkan bahwa dengan jumlah pengunjung situs yang mencapai 12 juta orang,
maka diprediksi kerugian yang diderita para pembuat film yang karyanya dimuat Fastpass TV mencapai 120
juta Euro atau setara dengan Rp 1,9 trilliun.
Hukuman
penjara empat tahun yang didapatkan Mahoney akan dijalani dengan pembagian
sebagai berikut, yakni dua tahun pertama akan dia jalani di dalam tahanan.
Kemudian dua tahun setelahnya akan dijalani Mahoney dengan sistem parole, pembebasan bersyarat.
Perihal
kasus ini, situs Arstechnica menyatakan bahwa tuntutan hukum yang
mengarah kepada individu sebagai pihak yang bertanggungjawab atas tindakan
pembajakan adalah hal biasa terjadi di Inggris Raya. Jika pihak yang terkait
tak mengajukan tuntutan, FACT sendiri yang akan mengajukan tuntutan agar sang
pelaku pembajakan mendapat ganjaran hukum. Akan tetapi, hal seperti ini masih
sangat jarang terjadi di Amerika Serikat. Jikapun ada, organisasi sejenis FACT
di Amerika tak bisa dengan sendirinya menuntut tersangka.
‘Jebakan
Batman’ yang Siap Menjerumuskan Penonton Video Streaming di Situs Ilegal
Sebelum Netflix masuk ke Indonesia
dan memberikan masa percobaan gratis selama 1 bulan (ditambah 1 bulan lagi),
banyak situs-situs ilegal yang menawarkan konten film gratisan untuk
di-streaming. Ketika trial tersebut berakhir, apakah ini tandanya harus beralih
ke situs-situs tersebut?
Memang saat ini pemerintah melalui
Depkominfo telah memblokir beberapa situs ilegal yang menyediakan layanan video
streaming secara gratis. Cuma bukan berarti situs-situs tersebut tidak
bermutasi jadi domain baru untuk mengelabui pemblokiran tersebut.
Nah, ketika Anda memutuskan untuk
hanya mau menikmati film secara streaming dari situs-situs tersebut, sebaiknya
persiapkan diri Anda menghadapi konsekuensi berikut ini:
1. Serbuan
iklan yang mengganggu
Seperti halnya YouTube, situs-situs
streaming gratisan ilegal juga menarik iklan untuk setiap film yang diputar.
Bedanya, iklan yang mereka hadirkan tidak beraturan dan bahkan sangat
mengganggu karena terkadang muncul setiap durasi tertentu. Tidak cuma berupa
pop-up, iklan-iklan itu juga memberikan Anda banyak ‘jebakan Batman’ yang akan
mengeksploitasi Anda demi keuntungan semata.
Yang lebih berbahaya lagi,
kemungkinan besar dari iklan-iklan tersebut disisipi virus atau malware yang
siap merusak komputer bahkan mencuri identitas Anda. Jadi, Anda harus
berhati-hati akan serbuan iklan ini.
2.
Kualitas jelek
Memang ada beberapa situs yang
memberikan film hingga kualitas full HD untuk streaming, tapi itupun tidak
banyak. Kebanyakan film-film yang dijajakan pada situs jenis ini berkualitas
rendah.
Tidak cuma suara dan gambar saja,
bahkan beberapa teks terjemahan yang dihadirkan juga berantakan.
3. Tidak
ada film baru
Jika ingin menonton film terbaru,
sudah tentu bioskop tempatnya. Anda jangan terlalu banyak berharap akan ada
film-film terbaru yang sedang diputar di bioskop saat ini, seperti Deadpool,
Star Wars VII: The Force Awaken, dan The Finest Hours akan
muncul di situs-situs penyedia layanan streaming ilegal.
Sekalipun ada, percayalah, gambarnya
tidak akan sebaik itu karena memang film-film tersebut belum merilis versi DVD
atau BluRay. Yang ada, Anda hanya dijejali gambar yang diambil secara diam-diam
dengan camcorder dari layar sebuah bioskop. Hello, apakah kita sedang berada di
zaman VCD?
4. Rentan
kejahatan
Sekalipun gratis, ada beberapa situs
streaming ilegal yang meminta nomor kartu kredit Anda dengan alasan ingin
memverifikasi identitas. Jika Anda bertemu dengan hal ini, sebaiknya jangan
dituruti. Karena mereka akan mencuri data pribadi Anda dan menjual nomor kartu
kredit Anda ke black market. Niat hati ingin untung karena nonton film
gratisan, Anda malah ‘buntung’ karena tagihan kartu kredit yang menggila.
Referensi :
http://www.muvila.com/film/artikel/buat-situs-streaming-illegal-orang-ini-dihukum-4-tahun-1509097.html
http://www.yangcanggih.com/2016/02/17/4-penderitaan-yang-tersedia-di-situs-streaming-film-gratisan-ilegal/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar