Kamis, 13 April 2017

TUGAS 1_ETIKA BISNIS
Cyber crime : streaming  illegal
 Pembajakan film jadi musuh bersama para sineas di dunia. Setelah pemerintah Indonesia memblokir 22 situs unduhan film yang melanggar hak cipta film-film Indonesia, kali ini ada kabar dari Inggris Raya mengenai kasus serupa, hanya saja cara dan perlakuannya sedikit berbeda. Mengutip Derry Journal, salah satu warga Inggris yang bernama Paul Mahoney divonis bersalah dan harus menjalani hukuman penjara selama empat tahun. Paul Mahoney29 tahun, didakwa karena membuat sebuah situs streaming Fastpass TV. Melalui situs tersebut, para pengunjung bisa menonton film-film baru secara gratis, baik film anyar di bioskop maupun film yang baru saja dirilis versi DVD atau BluRay-nua. FastPass TVdibuat Mahoney pada tahun 2008 dan online hingga tahun 2013. Mahoney masih mengurus website miliknya itu meski telah mendapatkan peringatan tertulis dari Federation Against Copyright Theft (FACT). Bahkan, setelah ditangkap, ia masih mengurusi website-nya itu.
Dalam melakukan kejahatan hak cipta ini, Mahoney dikabarkan menerima pemasukan uang dari pengiklan di websitenya hingga mencapai 300 ribu Euro atau setara dengan Rp 4,7 milliar. Di sisi lain, pihak penuntut mengungkapkan bahwa dengan jumlah pengunjung situs yang mencapai 12 juta orang, maka diprediksi kerugian yang diderita para pembuat film yang karyanya dimuat Fastpass TV mencapai 120 juta Euro atau setara dengan Rp 1,9 trilliun.
Hukuman penjara empat tahun yang didapatkan Mahoney akan dijalani dengan pembagian sebagai berikut, yakni dua tahun pertama akan dia jalani di dalam tahanan. Kemudian dua tahun setelahnya akan dijalani Mahoney dengan sistem parole, pembebasan bersyarat.
Perihal kasus ini, situs Arstechnica menyatakan bahwa tuntutan hukum yang mengarah kepada individu sebagai pihak yang bertanggungjawab atas tindakan pembajakan adalah hal biasa terjadi di Inggris Raya. Jika pihak yang terkait tak mengajukan tuntutan, FACT sendiri yang akan mengajukan tuntutan agar sang pelaku pembajakan mendapat ganjaran hukum. Akan tetapi, hal seperti ini masih sangat jarang terjadi di Amerika Serikat. Jikapun ada, organisasi sejenis FACT di Amerika tak bisa dengan sendirinya menuntut tersangka.
‘Jebakan Batman’ yang Siap Menjerumuskan Penonton Video Streaming di Situs Ilegal
Sebelum Netflix masuk ke Indonesia dan memberikan masa percobaan gratis selama 1 bulan (ditambah 1 bulan lagi), banyak situs-situs ilegal yang menawarkan konten film gratisan untuk di-streaming. Ketika trial tersebut berakhir, apakah ini tandanya harus beralih ke situs-situs tersebut?
Memang saat ini pemerintah melalui Depkominfo telah memblokir beberapa situs ilegal yang menyediakan layanan video streaming secara gratis. Cuma bukan berarti situs-situs tersebut tidak bermutasi jadi domain baru untuk mengelabui pemblokiran tersebut.
Nah, ketika Anda memutuskan untuk hanya mau menikmati film secara streaming dari situs-situs tersebut, sebaiknya persiapkan diri Anda menghadapi konsekuensi berikut ini:
1. Serbuan iklan yang mengganggu
Seperti halnya YouTube, situs-situs streaming gratisan ilegal juga menarik iklan untuk setiap film yang diputar. Bedanya, iklan yang mereka hadirkan tidak beraturan dan bahkan sangat mengganggu karena terkadang muncul setiap durasi tertentu. Tidak cuma berupa pop-up, iklan-iklan itu juga memberikan Anda banyak ‘jebakan Batman’ yang akan mengeksploitasi Anda demi keuntungan semata.

Yang lebih berbahaya lagi, kemungkinan besar dari iklan-iklan tersebut disisipi virus atau malware yang siap merusak komputer bahkan mencuri identitas Anda. Jadi, Anda harus berhati-hati akan serbuan iklan ini.
2. Kualitas jelek
Memang ada beberapa situs yang memberikan film hingga kualitas full HD untuk streaming, tapi itupun tidak banyak. Kebanyakan film-film yang dijajakan pada situs jenis ini berkualitas rendah.
Tidak cuma suara dan gambar saja, bahkan beberapa teks terjemahan yang dihadirkan juga berantakan.

3. Tidak ada film baru
Jika ingin menonton film terbaru, sudah tentu bioskop tempatnya. Anda jangan terlalu banyak berharap akan ada film-film terbaru yang sedang diputar di bioskop saat ini,  seperti Deadpool, Star Wars VII: The Force Awaken, dan The Finest Hours akan muncul di situs-situs penyedia layanan streaming ilegal.
Sekalipun ada, percayalah, gambarnya tidak akan sebaik itu karena memang film-film tersebut belum merilis versi DVD atau BluRay. Yang ada, Anda hanya dijejali gambar yang diambil secara diam-diam dengan camcorder dari layar sebuah bioskop. Hello, apakah kita sedang berada di zaman VCD?

4. Rentan kejahatan
Sekalipun gratis, ada beberapa situs streaming ilegal yang meminta nomor kartu kredit Anda dengan alasan ingin memverifikasi identitas. Jika Anda bertemu dengan hal ini, sebaiknya jangan dituruti. Karena mereka akan mencuri data pribadi Anda dan menjual nomor kartu kredit Anda ke black market. Niat hati ingin untung karena nonton film gratisan, Anda malah ‘buntung’ karena tagihan kartu kredit yang menggila.


Referensi :
http://www.muvila.com/film/artikel/buat-situs-streaming-illegal-orang-ini-dihukum-4-tahun-1509097.html

http://www.yangcanggih.com/2016/02/17/4-penderitaan-yang-tersedia-di-situs-streaming-film-gratisan-ilegal/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar